Laporan Global Status WHO tentang Keselamatan Jalan 2023 di bawah ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselamatan jalan di Asia Tenggara. Pada tahun 2021, sekitar 330.222 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Pengguna jalan yang rentan, seperti pejalan kaki, pengendara sepeda motor, dan pengendara sepeda, menyumbang 66% dari kematian ini.
Temuan Utama
- Tingkat Kematian Tinggi: Wilayah ini memiliki tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang tinggi, dengan banyak negara melaporkan perbedaan antara jumlah kematian yang mereka laporkan dan estimasi WHO.
- Masalah Pengumpulan Data: Banyak negara kesulitan mengumpulkan data keselamatan jalan yang akurat. Peningkatan pelaporan dapat membantu memahami masalah ini dengan lebih baik dan menerapkan solusi yang efektif.
- Pengguna Jalan Rentan: Sebagian besar kematian akibat kecelakaan lalu lintas melibatkan pejalan kaki dan mereka yang menggunakan kendaraan dua atau tiga roda. Ada kebutuhan mendesak untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi kelompok ini.
Rekomendasi untuk Perbaikan
- Memperkuat Kepemimpinan: Setiap negara perlu memiliki agensi terdedikasi untuk keselamatan jalan, dengan pendanaan dan keahlian yang cukup. Agensi ini harus mengoordinasikan upaya dan mengembangkan rencana keselamatan nasional.
- Melindungi Pengguna Rentan: Langkah-langkah spesifik harus difokuskan pada membuat jalan lebih aman untuk pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pengendara sepeda motor, terutama untuk anak-anak dan lansia.
- Meningkatkan Infrastruktur Jalan: Penilaian dan audit jalan secara rutin harus dilakukan untuk memastikan bahwa desain jalan memenuhi standar keselamatan. Ini dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan jalan yang dirancang buruk.
- Meningkatkan Hukum dan Penegakan: Negara-negara perlu memperkuat undang-undang keselamatan jalan mereka dan memastikan penegakan yang lebih baik. Ini termasuk mengatasi kesenjangan hukum dan fokus pada perilaku berisiko, seperti kecepatan dan mengemudi di bawah pengaruh.
- Mengembangkan Sistem Perawatan Trauma: Membangun sistem perawatan trauma yang efektif sangat penting untuk memberikan bantuan medis yang tepat waktu kepada korban kecelakaan jalan. Ini mencakup peningkatan perawatan pra-rumah sakit dan memastikan bahwa rumah sakit dilengkapi untuk menangani keadaan darurat.
- Meningkatkan Sistem Data: Negara-negara harus memperbaiki sistem data kecelakaan jalan mereka untuk memberikan informasi yang andal untuk kebijakan yang lebih baik. Data yang akurat akan membantu mengidentifikasi area masalah dan melacak kemajuan.
- Mendorong Kolaborasi: Menggandeng universitas, organisasi non-pemerintah (NGO), dan sektor swasta dapat mempromosikan inisiatif keselamatan jalan. Upaya kolaboratif akan membantu meningkatkan kesadaran dan mendukung penelitian.
Kesimpulan
Laporan ini menekankan bahwa meningkatkan keselamatan jalan memerlukan pendekatan komprehensif. Dengan fokus pada pengumpulan data yang lebih baik, infrastruktur yang lebih aman, dan undang-undang yang efektif, Wilayah Asia Tenggara dapat membuat kemajuan signifikan dalam mengurangi kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Mencapai tujuan PBB untuk mengurangi separuh jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2030 akan memerlukan upaya terkoordinasi dari semua pemangku kepentingan yang terlibat. Dengan strategi yang tepat, wilayah ini dapat bergerak menuju masa depan yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.
Laporan tersebut dapat di download di bawah ini

Leave a comment