Sejak awal tahun 2020, ramai dibicarakan tentang pemanfaatan produk rosin ester getah pinus untuk bahan dasar marka jalan. Apa yang dimaksud dengan rosin ester? Rosin ester adalah produk turunan dari gum rosin, bahan dasar material lem, tinta, cat dan marka jalan. Resin adalah getah yang dikeluarkan oleh tumbuhan, biasanya dipakai untuk lem dan bisa menjadi cairan bening bagai kristal.

Indonesia merupakan produsen gum rosin terbesar ketiga di dunia, dengan kapasitas 60 ribu ton per tahun, masih di bawah China (800 ribu ton per tahun) dan Brazil (76 ribu ton pertahun).
Lalu kenapa rosin ester perlu digunakan untuk marka jalan? karena warnanya lebih stabil, daya rekat lebih baik, dan ketahanan terhadap cuaca lebih stabil.
Apa yang mendasari penggunaan rosin ester ini?
- UU No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang mewajibkan penggunaan produk dalam negeri
- Perpres No 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan, yang menyatakan kewajiban menggunakan produk dalam negeri
- PP No 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, yang menyatakan produk dalam negeri wajib digunakan
- Instruksi Presiden No 2 Tahun 2009 yang mengamanatkan penggunaan produk dalam negeri
- Pohon pinus mempunyai potensi besar menghasilkan getah yang dapat dimanfaatkan untuk salah satu bahan dasar cat marka jalan
- Pemanfaatan getah pinus akan melibatkan banyak tenaga kerja di daerah sehingga ekonomi rakyat akan bergerak
- Hasil penelitian dan uji coba bahwa getah pinus dapat diolah menjadi alternatif bahan dasar marka jalan
- Berita Acara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang menyatakan hasil uji retroreflektif marka jalan rosin ester memenuhi syarat
Rosin ester sebagai bahan dasar marka di bagian mananya?
Jadi cat marka jalan thermoplastik itu terdiri dari 4 bahan utama: binder (sebagai zat perekat), pigment (sebagai zat pewarna), filler (sebagai bahan pengisi dan pembentuk ketebalan) dan glassbead (sebagai bahan untuk retroreflektif dan visibility). Rosin ester ini ada di bagian binder.

Marka jalan dengan rosin ester sudah diterapkan di beberapa lokasi, seperti jalan tol Cikopo-Palimanan, Terbanggi Besar-Pematang Panggang – Kayu Agung, Manado – Bitung dengan total panjang sekitar 380 km.
Untuk 1 kg cat thermoplastik 0,15 m2, kebutuhan resin/kg adalah 18%. 88% komponen pembentuk cat jalan adalah bahan impor. Kalau kita bisa menggunakan rosin ester ini, maka penggunaan produk dalam negeri akan meningkat secara signifikan. Ini juga dapat meningkatkan kesempatan kerja untuk para penyadap pohon pinus. Potensi pasar industri rosin ester ini sekitar 9000 ton atau 224 miliar rupiah.

Leave a Reply