Kenapa Truk Besar Rodanya Banyak? Ternyata Ini Jawabannya

Kenapa ada truk yang rodanya sedikit, dan ada yang sampai berderet panjang seperti tidak ada ujungnya?

Banyak orang mengira itu sekadar desain.
Padahal, di situlah rahasia kenapa jalan bisa bertahan, atau justru cepat rusak.

Di dunia teknik jalan, setiap kendaraan sebenarnya “dibaca” dari sumbu rodanya.
Itulah yang Anda lihat di tabel: kode seperti 1.1, 1.2, sampai 1.22. (Sumber: MDP 2024)

Cara membacanya sederhana: dari depan ke belakang.
Angka pertama adalah sumbu depan, angka berikutnya sumbu belakang.

Mulai dari yang paling ringan.

Mobil pribadi, angkutan kecil, dan pick up menggunakan 1.1. Artinya, satu sumbu di depan dan satu di belakang, dengan ban tunggal. Bebannya ringan, dua titik tumpu sudah cukup.

Lalu naik ke bus besar dan truk sedang. Di sini berubah menjadi 1.2. Sumbu depan tetap satu, tapi sumbu belakang menggunakan ban ganda. Kenapa harus ganda di belakang? Karena di situlah beban paling besar bertumpu. Ban ganda membuat tekanan tidak terkumpul di satu titik, tapi menyebar lebih luas. seperti yang pernah kita bahas di sini.

Masuk ke truk berat, ceritanya mulai berbeda.

Muncul kode seperti 1.22 atau 11.2. Artinya, ada tiga sampai empat sumbu yang bekerja bersama. Bayangkan Anda harus mengangkat satu karung beras sendirian. Semua beban bertumpu di satu bahu—berat, dan cepat melelahkan. Sekarang bayangkan karung yang sama diangkat bersama tiga atau empat orang. Bebannya tidak berubah, tapi terasa jauh lebih ringan karena dibagi.

Begitulah cara truk bekerja.

Ia tidak mengurangi beban, tapi membaginya ke lebih banyak sumbu. Semakin besar truknya, semakin banyak “bahu” yang ikut menanggung. Pada truk yang lebih panjang, seperti truk gandeng, muncul tanda “+”. Misalnya 1.2 + 2.2. Artinya kendaraan terdiri dari dua bagian, dan masing-masing punya kelompok sumbu sendiri.

Sedangkan truk tempel menggunakan tanda “-”, seperti 1.22-222. Kepala truk dan trailer terpisah, dengan sumbu yang lebih banyak di bagian belakang. Jumlah totalnya bisa lima sampai tujuh sumbu. Itulah mengapa rodanya terlihat sangat banyak. Bukan berlebihan, tapi karena bebannya memang terlalu besar untuk ditanggung sedikit titik.

Kalau ditarik dari awal sampai akhir tabel, pesannya jelas. Kendaraan ringan cukup dua sumbu. Kendaraan sedang mulai memperlebar beban dengan ban ganda. Kendaraan berat menambah jumlah sumbu, bahkan membaginya ke beberapa bagian. Semua menuju satu tujuan yang sama: membagi beban agar jalan tidak cepat rusak.

Jadi lain kali Anda melihat truk panjang dengan deretan roda di belakangnya, ingat satu hal sederhana. Itu seperti beberapa orang yang memikul satu karung beras bersama-sama. Bebannya sama, tapi karena dibagi, semuanya jadi lebih ringan—termasuk bagi jalan yang kita lewati.

Leave a comment