Kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan bermotor di perlintasan sebidang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Perlintasan sebidang adalah titik temu antara jalur kereta api dan jalan raya pada satu level yang sama sebagaimana gambar di bawah ini.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, terdapat 4.194 pelintasan sebidang kereta api di Jawa dan Sumatera. Walaupun berdasarkan PP Nomor 62 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 69 Tahun 2018 bahwa kecelakaan yang terjadi pada perlintasan sebidang bukan merupakan kecelakaan perkeretaapian, data PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan setidaknya ada 1.934 kecelakaan dalam 5 tahun (2018-2023) di pelintasan sebidang dengan mayoritas kejadian (86,2 persen) terjadi pada lokasi yang tak dijaga (Kompas,2023).
Salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang adalah kondisi aspal yang rusak pada perlintasan akibat beban lalu lintas kendaraan berat yang berulang. Kerusakan ini dapat menyebabkan kendaraan terperosok sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk mengatasi hal ini, solusi yang ideal adalah membangun flyover atau simpang tak sebidang untuk memisahkan lalu lintas kendaraan bermotor dan kereta api. Namun, pembangunan flyover memerlukan biaya yang sangat besar.
Maka dari itu, terdapat solusi lain berupa concrete crossing panel, yaitu panel beton yang diletakkan di sela-sela rel kereta api pada perlintasan jalan. Keunggulan panel beton ini adalah kekuatannya yang sangat baik dalam menahan beban kendaraan berat dan ketahanannya terhadap kerusakan. Selain itu, pemasangan panel beton juga relatif lebih mudah dan cepat, sehingga mengurangi waktu gangguan pada lalu lintas.

Penggunaan panel beton ini tidak hanya mengurangi risiko kerusakan pada perlintasan akibat beban kendaraan, tetapi juga memberikan permukaan yang lebih stabil dan aman untuk pengemudi. Teknologi ini telah diterapkan dengan sukses di berbagai negara maju, seperti Jepang dan Eropa, di mana perlintasan sebidang masih ada tetapi telah dilengkapi dengan panel beton untuk meningkatkan keselamatan. Di negara-negara ini, penerapan panel beton terbukti dapat mengurangi kecelakaan dan memperpanjang umur jalan di sekitar rel kereta api.

Di Indonesia, penggunaan concrete crossing panel mulai diterapkan di beberapa perlintasan sebidang, misalnya di Jawa Timur, dimana panel beton dipasang di sejumlah titik rawan kecelakaan. Penerapan ini menunjukkan hasil yang positif dalam mengurangi kerusakan jalan dan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengemudi.
Ke depan, perluasan penggunaan panel beton di perlintasan sebidang dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan tanpa membebani anggaran negara. Selain itu, perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan perkeretaapian, dan masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.

Leave a comment