Penanganan Jembatan

Safer people, penanganan jembatan bisa dikategorikan berdasarkan nilai kondisinya. Apa itu nilai kondisi? bisa dibaca lagi di sini.

Sumber: Paparan Direktorat Preservasi Wilayah II, DJBM, PUPR, 2024

Nilai kondisi (NK) 0 dan 1 (jembatan baru atau kerusakan kecil) : ditangani dengan pemeliharaan rutin, untuk mencegah penurunan kondisi elemen pelengkap jembatan, mencegah penurunan kondisi lapis permukaan aspal di atas jembatan, dan memastikan elemen pelengkap jembatan berfungsi dengan baik.

NK 2 (kerusakan yang butuh pemeliharaan): ditangani dengan pemeliharaan berkala, untuk memperpanjang umur layanan elemen struktural jembatan dan memperbaiki fungsi bangunan pelengkap jembatan.

NK 3 (kerusakan yang butuh tindakan secepatnya): ditangani dengan rehabilitasi atau perkuatan, dengan tujuan mengembalikan fungsi elemen struktur dan peningkatan pelayanan jembatan, yaitu meningkatkan efisiensi biaya transport, meningkatkan mobilitas, merevitalisasi kegiatan perekonomian, dan mengembalikan tingkat layanan konektivitas.

NK 4 (kondisi kritis): ditangani dengan perkuatan atau penggantian, dalam rangka menjadi solusi membangun konektivitas antara lain dengan membuka keterisolasian, membangun aksesibilitas, mendukung pertahanan dan keamanan, mewujudkan keseimpangan pembangunan dan menciptakan peluang investasi.

NK5 (runtuh): ditangani dengan penggantian jembatan

Lalu, apa saja rincian pekerjaan untuk masing-masing penanganan?

Penanganan rutin:

  • pembersihan tumbuhan, saluran drainase, pipa cucuran, dan sampah di sekitar aliran sungai;
  • penanganan kerusakan ringan di drainase,
  • pengecatan sederhana, dan
  • pemeliharaan permukaan lantai kendaraan

Penanganan berkala:

  • pemeliharaan/penggantian siar muai,
  • pemeliharaan/penggantian landasan,
  • penggantian baut rangka dan gelagar baja
  • patching, injeksi, grouting pada elemen beton
  • perbaikan tanah timbunan dan dinding penahan tanah
  • scrapping dan filling lapis permukaan aspal
  • pengamanan pilar dan kepala jembatan dengan bronjong
  • penggantian bangunan pelengkap yang rusak/hilang
  • pengembalian kondisi bangunan pelengkap yang rusak

Rehabilitasi Jembatan

  • perkuatan lantai jembatan pelat baja, FRP)
  • perkuatan gelagar jembatan (FRP, penambahan dimensi, external prestress)
  • perkuatan rangka baja dengan external prestress
  • perkuatan pilar jembatan (FRP, penambahan dimensi)
  • pembuatan bangunan pengendali aliran sungai sekitar jembatan (turap, cek dam, groundsil)
  • penggantian elemen struktur jembatan yang rusak (misal, batang rangka baja tertabrak, penggantian lantai jembatan rangka)
  • pelebaran jembatan

Selain penanganan di atas, terdapat pula penanganan darurat untuk menjaga konektivitas dengan membangun lintasan basah, jembatan sementara bailey, dan penyangga struktur sementara.

Demikian ulasan mengenai penanganan jembatan, semoga bermanfaat untuk safer people semua.

Leave a comment