Global Road Safety Report 2023

Pada tanggal 13 Desember 2023 WHO telah meluncurkan the Global Status Report on Road Safety 2023. Laporan ini merupakan buku kelima yang terbit sejak tahun 2009, 2013, 2015 dan 2018.

Buku ini memuat perkembangan terakhir terkait kondisi keselamatan jalan di dunia. Pada tahun 2021, terdapat sekitar 1.19 juta jiwa yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, turun 5% dari jumlah kematian di tahun 2010 sebesar 1.25 juta jiwa. Walaupun lebih dari separuh negara-negara PBB telah mengurangi angka korban kecelakaan ini sejak 2010 sampai dengan 2021, namun hal ini dirasa belum cukup untuk mencapai target mengurangi setengah jumlah kematian pada tahun 2030. Hal ini antara lain disebabkan oleh jumlah kendaraan bermotor yang meningkat dua kali lipat, jumlah jalan bertambah secara signifikan dan populasi global meningkat lebih dari 1 miliar penduduk.

Kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh utama anak-anak muda usia 5-29 tahun. Dua per tiga kematian berdampak pada usia produktif 18-59 tahun, yang mengakibatkan permasalahan sosial dan ekonomi di masyarakat. Lebih dari setengah korban jiwa adalah pejalan kaki, pengendara sepeda motor dan pesepeda. 80% dari jalan yang di periksa tidak memenuhi standar “bintang 3” untuk pejalan kaki.

Sembilan dari sepuluh kematian terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. 28% fatalitas terdiri di Asia Tenggara, tertinggi jika dibandingkan region lainnya. Penurunan angka kematian di Asia Tenggara merupakan terendah sebesar 2% dalam sepuluh tahun, bandingkan dengan penurunan di Eropa sebesar 36%.

WHO menyatakan terdapat 5 langkah terbaik (best practices) untuk meningkatkan keselamatan jalan, yaitu: ngebut (speeding), berkendara sambil mabuk (drink driving), penggunaan helm, seat belt dan sistem pengikatan anak-anak (child restraint system)

Leave a comment