Pada tanggal 21 Maret 2022, Direktur Jenderal Bina Marga menetapkan Surat Edaran Nomor 11/SE/Db/2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Teknis Rekayasa Nilai (Statement of Work Value Engineering)
Apa itu Value Engineering? bisa dibaca lagi di sini
Value Engineering (VE) atau Rekayasa Nilai merupakan proses pengambilan keputusan tim dari berbagai disiplin ilmu yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur untuk menambah “nilai” suatu proyek dengan menjaga fungsi dan kinerja.
Pedoman ini dapat digunakan sebagai panduan pelaksanaan kajian VE mulai tahap persiapan sampai dengan tahap evaluasi. Pedoman ini fokus pada bidang jalan dan jembatan.
Proyek apa yang harus di-VE? Pedoman ini menjelaskan bahwa ada 2 (dua) kegiatan yang harus dilaksanakan kajian VE, yaitu:
- studi kelayakan (feasibility study)
- detail desain (detailed engineering design) kompleks
Apa yang dimaksud DED kompleks? Pedoman ini menguraikan sebagai berikut:
- Jalan yang bersifat kompleks, yaitu yang memiliki struktur yang termasuk kategori geoteknik 3, atau berada pada tanah sulit, zona gempa tinggi, dan butuh penanganan khusus.
- Jalan bebas hambatan, yaitu lalu lintas menerus tanpa persimpangan sebidang
- Jalan tol, yaitu jalan yang penggunanya diwajibkan membayar tol
- Terowongan jalan, yaitu yang terletak di dalam tanah atau air dengan panjang bagian tertutup minimal 200 m
- Jembatan khusus, yaitu yang memiliki bentang minimal 100 m, total panjang 3000 m, dan ketinggian pilar 40 m.
Pada tahap persiapan, ahli VE dan manajer proyek melakukan serangkaian proses yang menghasilkan dokumen rencana VE (VE plan). Dokumen ini akan digunakan pada tahap workshop VE, dimana tim VE dan stakeholder berkumpul untuk melaksanakan rangkaian tahapan VE, yaitu:
- tahap informasi
- tahap analisa fungsi
- tahap kreativitas
- tahap evaluasi ide
- tahap pengembangan
- tahap penyusunan rekomendasi
- tahap presentasi
Pedoman ini menyajikan proses setiap tahapan secara detil beserta ketentuan teknis terkait tim kerja VE, peran ahli VE, kualifikasi ahli VE berdasarkan nilai proyek, komposisi tim VE, persyaratan tim kerja VE, tahap kajian, durasi dan biaya kajian VE, dan mentor untuk ahli VE.
Pedoman ini juga menyertakan lampiran terkait wewenang dan tanggung jawab masing-masing peran, contoh informasi yang diperlukan untuk kajian VE, kriteria penentu keberhasilan dan pairwise comparison, contoh Function Analysis System Technique (FAST) diagram, dan contoh Function Performance Specification (FPS) diagram.
Pedoman VE dapat di download di sini

Leave a comment