Berdasarkan Buku Statistik Transportasi Darat yang dikeluarkan BPS pada November 2019, terdapat beberapa data menarik sebagai berikut:
Panjang Jalan
Indonesia memiliki panjang jalan 542,000 km, dimana 81% merupakan jalan Kabupaten/Kota, 9% jalan nasional, dan 10% jalan provinsi. Dari total jalan tersebut, baru 61% yang di aspal, sisanya belum diaspal dengan proporsi: jalan nasional 8%, jalan provinsi 29% dan jalan kabupaten kota 44%.

Kondisi Jalan
Secara umum, 44% dari jalan di Indonesia berada dalam kondisi baik. Sisanya dalam kondisi sedang (19%), rusak ringan (15%) dan rusak berat (22%).
Jika ditinjau per status jalan, kategori jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota memiliki proporsi kondisi baik yang hampir sama, yaitu antara 43-50% (lihat grafik di bawah yang warna biru tua). Untuk kondisi sedang, jalan nasional memiliki proporsi 47%, disusul dengan jalan provinsi 21% dan jalan kabupaten/kota 17% (warna biru muda).
Kondisi rusak ringan antara jalan provinsi dan kabupaten hampir sama, yaitu 15-16% (warna abu-abu). Sedangkan kondisi rusak berat paling banyak terdapat di jalan kabupaten/kota sebesar 25%, disusul jalan provinsi 16%. Hanya 2% dari jalan nasional yang rusak berat (warna hitam).

Jumlah Kendaraan
Pada tahun 2018, Indonesia memiliki 147 juta kendaraan, dimana mayoritas kendaraan adalah sepeda motor (82%), mobil penumpang (11%). Proporsi truk dan bus hanya 5% dan 2% dari total kendaraan. Jumlah sepeda motor di Indonesia 7 kali lipat dari jumlah mobil penumpang, sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Pertumbuhan kendaraan per tahun tertinggi ada di mobil penumpang, semula di 12 juta (2014) menjadi 16 juta di 2018. Pertumbuhan sepeda motor ada di angka 6,1 % per tahun, disusul dengan truk (5,68%). Pertumbuhan terkecil ada pada bis di angka 1,42%.
Mobil Motor Per Provinsi
Jika dilihat dari jumlahnya, 25% dari total mobil penumpang Indonesia terletak di DKI Jakarta dengan jumlah 4 juta kendaraan. Proporsi tertinggi selanjutnya ada di Jawa Barat (9,48%) dan Jawa Timur (9,30%), sisanya kurang dari 7%. Jika dilihat dari pertumbuhan dari 2017 ke 2018, maka Provinsi Bangka Belitung yang tertinggi dengan pertumbuhan 23%, dan Gorontalo yang terendah dengan pertumbuhan hanya 2,75%.

Berbeda dengan jumlah mobil yang hanya terpusat di DKI Jakarta, jumlah sepeda motor di Indonesia lebih merata, yaitu DKI Jakarta (16 juta unit atau 13%), Jawa Tengah (15,4 juta unit atau 12,8%), Jawa Timur (14,9 juta unit atau 12,5%) , dan Jawa Barat (10 juta unit atau 8,75%). Sisanya hanya sekitar 5% atau kurang.
Apakah data di atas menunjukkan urgensi pembangunan infrastruktur khusus sepeda motor? Tuliskan komentar anda di bawah ini
Download Buku Statistik Transportasi Darat terbaru di sini:

Leave a comment