Pada bulan Mei tahun 2016, the World Health Assembly (WHA) meminta the World Health Organization (WHO) berkolaborasi dengan United Nations (UN) dan UNRSC, untuk memfasilitasi para pemangku kepentingan untuk mengembangkan target kinerja global sukarela untuk mengurangi tingkat fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas. Kesepakatan terkait target ini baru didapatkan saat rapat WHO tanggal 20-21 November di Jenewa. Target yang dimaksud adalah:
- National action plan. Pada tahun 2020, seluruh negara menyusun rencana nasional keselamatan jalan dengan target yang diikat batas waktu
- Global alignment. Pada tahun 2030, seluruh negara sepakat pada satu atau lebih instrumen legal keselamatan jalan dari UN
- New roads. Pada tahun 2030, semua jalan baru memiliki standar teknis yang memenuhi keselamatan, dan minimal memiliki penilaian bintang 3 (3 star rating)
- Existing roads. Pada tahun 2030, lebih dari 75% perjalanan berada di jalan yang telah memenuhi standar teknis keselamatan
- Vehicle standards. Pada tahun 2030, 100% kendaraan baru dan bekas telah memenuhi standar mutu keselamatan yang tinggi
- Speeding. Pada tahun 2030, kurangi proporsi kendaraan yang melebihi batas kecepatan hingga setengahnya, dan pengurangan fatalitas dan luka akibat kecepatan
- Motorcycle helmets. Pada tahun 2030, tingkatkan proporsi penggunaan helm standar sampai mendekati 100%
- Vehicle occupant protection. Pada tahun 2030, tingkatkan proporsi penggunaan sabuk keselamatan pada kursi penumpang sampai mendekati 100%
- Driving under the influence. Pada tahun 2030, kurangi tingkat fatalitas dan luka akibat kecelakaan dengan melibatkan alkohol, dan obat-obatan
- Distraction by mobile phone. Pada tahun 2030, seluruh negara telah memiliki regulasi nasional untuk melarang penggunaan handphone saat mengemudi
- Professional drivers. Pada tahun 2030, seluruh negara mengaktifkan regulasi waktu berkendara dan waktu istirahat pengemudi
- Timely emergency care. Pada tahun 2030, seluruh negara mengaktifkan target nasional terkait durasi antara tabrakan dan pertolongan emergensi pertama.


Leave a comment