Berdasarkan Global Road Safety Partnership (GRSP) Signpost bulan Juli 2020, diketahui bahwa walaupun program dekade aksi keselamatan jalan 2011-2020 telah dilaksanakan, angka kematian per 100,000 populasi masih relatif tinggi, yaitu di angka 18,2. Setelah sepuluh tahun, jumlah yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas secara global masih di angka 1,35 juta orang per tahun dan jumlah korban luka berat sebanyak 14 juta orang per tahun.

Dengan merebaknya COVID-19 di seluruh dunia, maka potensi resiko di jalan semakin meningkat, antara lain sebagai berikut:
- Tingkat stres dan kelelahan pengemudi akibat tekanan di tempat kerja dapat meningkat
- Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol dapat meningkat
- Operator transportasi dapat tekanan untuk mengurangi biaya dengan cara memperpanjang durasi pemeliharaan, mengabaikan standar keselamatan kendaraan dan pelatihan kepada pengemudi
- Pengemudi berpotensi melebihi batas kecepatan dan durasi mengemudi
- Potensi pengurangan durasi penegakan hukum karena terdapat konflik prioritas
- Jadwal pemeliharaan jaringan jalan dapat berkurang
- Program kampanye keselamatan jalan dapat berkurang karena dialihkan ke program lain yang lebih penting
- Kesehatan mental masyarakat berpotensi terganggu karena kehilangan anggota keluarga atau kehilangan pekerjaan, yang dapat berdampak kepada tidak konsentrasinya pengemudi. Hal ini dapat meningkatkan resiko kepada pesepeda, pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.
Executive Director of the Global Alliance of NGOs for Road Safety Secretariat juga menjelaskan dampak Covid-19 terhadap road safety, antara lain:
- Selama pandemi Covid-19 ini, fokus pemerintah terhadap road safety sangat berkurang, padahal permasalahan road safety tetap ada karena barang dan jasa tetap diangkut lewat jalan
- Selama pandemi, jalan semakin sepi, namun tingkat fatalitas meningkat karena kecepatan kendaraan semakin tinggi
- Di Uganda, pelarangan penggunaan mobil pribadi malah meningkatkan masyarakat untuk menggunakan sepeda motor. Hal ini meningkatkan resiko bagi para pengendara yang belum berpengalaman
- Banyak orang beralih ke jalan kaki dan bersepeda, namun karena trotoarnya sempit atau bahkan tidak ada, maka ini meningkatkan risiko para pengguna jalan rentan
- Selama ini kita memprioritaskan kendaraan bermotor di atas jalan kaki dan sepeda. Covid-19 memberikan pengalaman “normal yang berbeda”
- Solusi untuk itu semua adalah dengan mengurangi kecepatan dan perbaikan infrastruktur untuk pengguna jalan rentan, dengan pola pikir “orang dulu, baru kendaraan”

Leave a comment