Pada tahun 2017, WHO menerbitkan dokumen berjudul “Save LIVES: a road safety technical packages” yang menjelaskan langkah utama penanganan keselamatan jalan yang telah diidentifikasi oleh para pakar road safety di seluruh dunia. Penanganan ini diharapkan dapat memberikan dampak untuk mengurangi jumlah korban dan tingkat fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas.
Dokumen ini membuktikan bahwa penanganan ini telah menyelamatkan ribuan nyawa di Eropa, Australia, Kanada, Jepang, dan Selandia Baru. Dokumen ini disusun untuk mendukung para pengambil keputusan dan praktisi keselamatan jalan untuk mengurangi jumlah korban kecelakaan lalu lintas di negaranya.

Save LIVES terdiri dari 6 komponen dan 22 intervensi, antara lain:
- S : Speed management
- Komponen ini terdiri dari pemberlakuan batas kecepatan di jalan, baik skala nasional maupun skala lokal. Salah satu langkahnya adalah dengan memasang bundaran, penyempitan jalan, speed bumps, chicane, dan rumble strips. Langkah lain adalah dengan memasang teknologi adaptasi kecepatan pada kendaraan, untuk membantu pengemudi tidak melewati batas kecepatan.
- L: Leadership on road safety
- Komponen ini meliputi perlunya instansi yang memimpin pencapaian keselamatan jalan dengan menyusun strategi dan pendanaan road safety, memonitor pencapaian berdasarkan data, dan meningkatkan awareness melalui edukasi dan kampanye.
- I: Infrastructure design and improvement
- Penyediaan infrastruktur berkeselamatan seperti trotoar, penyeberangan, median, overpass dan underpass merupakan langkah di dalam komponen ini. Selain itu, perlu disediakan lajur khusus untuk sepeda dan sepeda motor. Langkah selanjutnya adalah mendesain persimpangan yang lebih berkeselamatan, memisahkan jalan akses dengan jalan utama, memprioritaskan manusia dengan menempatkan zona tanpa kendaraan, dan membatasi kecepatan di lokasi perumahan, pertokoan dan sekolah, serta menyediakan rute yang lebih berkeselamatan untuk transportasi umum.
- V: Vehicle safety standards
- Komponen ini berupa penegakan hukum terkait standar keselamatan kendaraan, antara lain: seat belt, frontal impact, side impact, electronic stability control, pedestrian protection dan child restraints point. Langkah lainnya adalah penegakan hukum pada anti-lock braking di sepeda motor dan pemasangan lampu pada siang hari.
- E: Enforcement of traffic laws
- Langkah ini termasuk penegakan hukum baik di tingkat nasional maupun lokal terkait mengemudi dalam kondisi mabuk, pemakaian helm, seatbelt, dan child restraints.
- S: Survival after a crash
- Komponen ini terdiri dari pengembangan dan penyedian sistem gawat darurat, dan pelatihan dasar terkait penanganan korban kecelakaan, dan mempromosikan komunitas first responder.
Setelah mengetahui enam komponen di atas, lalu pertanyaannya, bagaimana cara mengaplikasikannya?
Pertama, dengan mengetahui dimana posisi kita saat ini. Tentukan dulu, skala masalah keselamatan jalan di negara kita, faktor resiko utama, efektifitas langkah penanganan, efisiensi instansi yang bertanggung jawab, serta ketersediaan data kecelakaan lalu lintas. Kemudian, tentukan, kemana kita mau melangkah dalam lima tahun ke depan, atau bahkan lebih. Kita perlu tujuan yang jelas, definisi masalah yang jelas, target yang realistis, indikator pencapaian, timeline yang jelas, sumber daya yang memadai, serta sistem monitoring dan evaluasi.
Dengan demikian, kita dapat menenentukan, bagaimana kita akan mencapai target, dan mengambil langkah praktis untuk menuju ke sana.
Untuk lebih jelasnya, silahkan baca dokumen tersebut di

Leave a comment