Di bawah ini beberapa contoh cacat mutu pada aspal:
1. Retak kelelahan/retak buaya (fatigue/alligator) kerusakan bisa disebabkan akibat kelebihan muatan dan/atau drainase yang buruk.

2. Retak memanjang (longitudinal) dapat disebabkan oleh prosedur pengaspalan yang tidak benar sehingga tidak tersambung dengan baik.

3. Retak reflektif, dimana lapisan atas keretakan muncul kembali di permukaan.

4. Delaminasi, deformasi permukaan akibat kurangnya perekat pada lapisan atas.

5. Bleeding, deformasi permukaan akibat terlalu banyak campuran aspal

6. Aus/raveling, disintegrasi akibat kualitas campuran aspal yang buruk dan akan menjadi aus jika tidak segera dilapisi.

7. Lubang, disintegrasi akibat campuran permukaan yang buruk.

8. Geser/Shoving, akibat kandungan aspal terlalu tinggi

9. Alur/rutting, akibat konsolidasi pergerakan lapisan aspal

Apa yang menyebabkan cacat mutu seperti contoh gambar di atas? Tentunya banyak faktor, namun tulisan ini membahas beberapa hal yang dapat menyebabkan cacat mutu pada aspal
1. Tidak ada pemisahan tumpukan agregat

2. Agregat tercemar dengan material kotor

3. Agregat yang pipih

4. Lapisan eksisting tidak diperbaiki sebelum dihampar

Disclaimer:
Gambar di atas didapatkan dari salah satu pelatihan yang diselenggarakan oleh salah satu instansi terkait penyelenggaraan jalan

Leave a comment